~ Asalnya 4 Buah Sungai Di Syurga ~

June 30th, 2009 by Hj Md Omar

Bersabda Nabi s.a.w : “Semasa aku Isra’ dan naik ke langit yang tinggi, Malaikat Jibrail a.s telah memberi kesempatan kepada aku untuk melihat ke dalam semua Syurga Allah.

Aku lihat di dalamnya terdapat (4) empat buah sungai yang besar-besar dan airnya bermacam-macam. Ada airnya dari susu, ada airnya dari arak tetapi tidak memabukkan, ada airnya dari madu dan ada airnya yang tidak masin.

Sesungguhnya keadaan ini samalah seperti firman Allah di dalam al-Qur’an :
“Didalam Syurga itu ada sungai yang airnya tidak masin. Ada sungai yang airnya dari susu dan tidak pernah berubah rasanya. Ada sungai dari arak yang lazat bagi yang meminumnya dan ada sungai dari madu pilihan”.

Aku bertanya kepada Jibrail a.s : “Wahai Jibrail a.s, dari manakah asalnya sungai-sungai ini dan ke manakah akhirnya?”
Jibrail a.s menjawab : ” Ya Rasulullah SAW, aku hanya tahu ia mengalir ke dalam Telaga al-Kaustsar, asalnya tidak aku ketahui.”

Aku pun memohon petunjuk Allah lalu muncullah seorang Malaikat dengan memberi salam. Setelah aku menjawab salamnya, dia munyuruh aku memejamkan mataku. Lalu, aku pejamkan. Apabila aku bukakan mataku semula, aku berada dekat sepohon pokok yang besar. Aku lihat ada sebuah kubah yang amat besar diperbuat dari permata yang putih berkilauan manakala pintu-pintunya dari jakut hijau dan kunci-kuncinya dari emas.

Dan, aku lihat mengalir empat batang sungai dari bawahnya.

Aku mahu kembali tetapi ditahan oleh Malaikat dengan bertanya: “Tidakkah engkau ingin melihat di dalamnya?”

Aku pun bertanya: “Bagaimana dapat aku masuk sedangkan pintunya berkunci? Dimanakah kuncinya”

Jawab Malaikat itu: “Kuncinya di dalam tanganmu”

Tanyaku : “Dimana?”

Jawabnya: “Cukuplah engkau ucapkan Bismillahir rahmaanir rahiim”.

Lalu, aku ucapkan dan pintu itu pun terbuka dengan sendirinya dan aku pun masuk ke dalamnya. Sungguh amat menakjubkan ciptaan Allah Azza Wajalla, sungai-sungai itu memancutkan airnya dari (4) empat buah liang yang besar-besar.

Melihat aku mahu keluar, Malaikat itu bertanya lagi kepadaku: “Apakah engkau sudah cukup puas melihat permandangan ini? Sesungguhnya masih ada yang engkau belum lihat. Cubalah engkau perhatikan sekali lagi dengan baik-baik, dari apakah sungai2 itu memancutkan airnya”.

Lalu, aku perhatikan sekali lagi. Aku lihat terdapat kalimah Bismillahir rahmaanir rahiim diantara (4) empat batang tiangnya.

Dari huruf mim perkataan Bismillah, keluar air sungai tawar. Dari lubang huruf ha’ perkataan Allah, keluar air sungai susu. Dari lubang huruf min perkataan Arrahmaan, keluar air sungai arak. Dan, dari lubang huruf mim perkataan Arrahiim, keluar air sungai madu.

Demikianlah asalnya (4) empat buah sungai di dalam syurga. Dari itu, barang siapa dari umatku yang membaca Bismillahir rahmaanir rahiim, pasti akan dapat minum air sungai ini di akhirat kelak.

Category: Informasi | No Comments »

~ Kisah Nabi Salleh A.S ~

January 8th, 2009 by Hj Md Omar

Nabi Salleh a.s sedar akan tentangan akan kaumnya yang menuntut bukti daripadanya berupa mukjizat itu, adalah bertujuan untuk menghilangkan pengaruhnya dan mengikis habis kewibawaannya di mata kaumnya terutama pengikutnya. Bila ia gagal memenuhi tuntutan tersebut, Nabi Salleh membalas tentangan mereka dengan menuntut janji dari mereka, bila ia berhasil mendatangkan mukjizat yang mereka minta, bahwa mereka akan meninggalkan agama dan penyembahan mereka dan akan mengikut Nabi Salleh dan beriman kepadanya.

Sesuai dengan permintaan dan petunjuk pemuka-pemuka kaum Tsamud, berdoalah Nabi Salleh a.s memohon kepada Allah agar memberikan suatu mukjizat kebenaran risalahnya dan sekaligus mematahkan perlawanan dan tentangan kaumnya yang masih degil itu. Ia memohon dari Allah dengan kekuasaan-Nya menciptakan seekor unta betina, dikeluarkannya dari perut sebuah batu karang besar yang terdapat di sisi sebuah bukit yang mereka tunjuk.

Maka sejurus kemudian, dengan izin Allah Yang Maha Kuasa lagi Maha Pencipta, terbelahlah batu karang yang ditunjuk itu keluar dari perutnya seekor unta betina. Dengan menunjuk kepada binatang yang baru keluar dari perut batu karang. ” Inilah dia unta Allah, janganlah kamu ganggu dan biarkan giliran untuk mendapatkan air minum bagimu dan bagi ternakanmu juga dan ketahuilah bahwa Allah akan menurunkan azab-Nya bila kamu sampai mengganggu binatang ini. “

Syahdan, maka berkeliaranlah sang unta di ladang-ladang memakan rumput sesuka hatinya tanpa mendapat gangguan. Dan disaat giliran minumnya tiba, pergilah unta itu ke sebuah perigi dan minumlah sepuas hatinya. Dan pada hari-hari giliran unta Nabi Salleh a.s datang minum, tiada seekor binatang lain menghampirinya, hal mana menimbulkan rasa tidak senang pada pemilik-pemilik binatang-binatang itu yang makin hari merasa bahwa adanya unta Nabi Salleh di tengah-tengah mereka itu merupakan gangguan. Laksana duri yang melintang di dalam kerongkong.

Dengan berhasilnya Nabi Salleh a.s mendatangkan mukjizat yang mereka tuntut, gagallah pemuka kaum Tsamud dalam usahanya menjatuhkan kehormatan dan menghilangkan pengaruh Nabi Salleh, bahkan sebaliknya telah menambah tebal kepercayaan para pengikutnya dan menghilangkan keraguan dari kaumnya. Maka dihasutlah oleh mereka pemilik-pemilik ternak yang merasa jengkel dan tidak senang dengan adanya unta Nabi Salleh yang bermaharajalela di ladang dan kebun-kebun mereka serta ditakuti oleh binatang-binatang peliharaannya.

” Barangsiapa segan mengikuti jejak sunnahku, maka tiadalah ia termasuk dalam golonganku. ” Hadith Riwayat Muslim .

Category: Informasi | No Comments »

~ Antara Sabar & Mengeluh ~

December 22nd, 2008 by Hj Md Omar

Pada zaman dahulu ada seorang yang bernama Abul Hassan yang pergi haji di Baitul Haram. Diwaktu tawaf tiba-tiba ia melihat seorang wanita yang bersinar dan berseri wajahnya.

“Demi Allah, belum pernah aku melihat wajah secantik dan secerah wanita itu, tidak lain kerana itu pasti kerana tidak pernah risau dan bersedih hati.”

Tiba-tiba wanita itu mendengar ucapan Abul Hassan lalu ia bertanya, “Apakah katamu hai saudaraku ? Demi Allah aku tetap terbelenggu oleh perasaan dukacita dan luka hati kerana risau, dan seorang pun yang menyekutuinya aku dalam hal ini.”

Abul Hassan bertanya, “Bagaimana hal yang merisaukanmu ?”

Wanita itu menjawab, “Pada suatu hari ketika suamiku sedang menyembelih kambing korban, dan pada aku mempunyai dua orang anak yang sudah boleh bermain dan yang satu masih menyusu, dan ketika aku bangun untuk membuat makanan, tiba-tiba anakku yang agak besar berkata pada adiknya, “Hai adikku, sukakah aku tunjukkan padamu bagaimana ayah menyembelih kambing ?”

Jawab adiknya, “Baiklah kalau begitu ?”

Lalu disuruh adiknya baring dan disembelihkannya leher adiknya itu. Kemudian dia merasa ketakutan setelah melihat darah memancut keluar dan lari ke bukit yang mana di sana ia dimakan oleh serigala, lalu ayahnya pergi mencari anaknya itu sehingga mati kehausan dan ketika aku letakkan bayiku untuk keluar untuk mencari suamiku, tiba-tiba bayiku merangkak menuju ke periuk tersebut dan tumpahlah air panas terkena ke badannya habis melecur kulit badannya. Berita ini terdengar kepada anakku yang telah berkahwin dan tinggal di daerah lain, maka ia jatuh pengsan hingga sampai menuju ajalnya. Dan kini aku tinggal sebatang kara di antara mereka semua.”

Lalu Abul Hassan bertanya, “Bagaimanakah kesabaranmu menghadapi semua musibah yang sangat hebat itu ?”

Wanita itu menjawab, “Tiada seorang pun yang dapat membedakan antara sabar dengan mengeluh melainkan ia menemukan di antara keduanya ada jalan yang berbeda. Adapun sabar dengan memperbaiki yang lahir, maka hal itu baik dan terpuji akibatnya. Dan adapun mengeluh, maka orangnya tidak mendapat ganti yakni sia sia belaka.”

Demikianlah cerita di atas, satu cerita yang dapat dijadikan tauladan di mana kesabaran sangat digalakkan oleh agama dan harus dimiliki oleh setiap orang yang mengaku beriman kepada Allah dalam setiap musibah dan dugaan dari Allah. Kerana itu Rasulullah s.a.w bersabda dalam firman Allah dalam sebuah Hadith Qudsi :

“Tidak ada balasan bagi hamba-Ku yang Mukmin, jika Aku ambil kekasihnya dari ahli dunia kemudian ia sabar, melainkan syurga baginya.”

Category: Informasi | 1 Comment »

« Previous Entries